Senin, 16 Januari 2012

hari hariku

Terbangun dengan malas, ya aku, semalam berbeda setelah tau kamu sudah bersama dengan laki laki lain, aku coba tenang dan menganggap itu tidak pernah terjadi, aku ambil sebatang rokok untuk menghibur diri, kenapa? Kenapa pematik ini tak mau menyala, aku sadar Tuhan mengingatkanku, aku harus berhenti ‘hahaha’ tertawa kecil untuk kegagalanku dan penyesalanku, sejenak aku berpikir dan tawa kecil tadi berubah menjadi tangis kecil, kenapa aku sebodoh ini! Melepaskan kekasih yang sangat aku sayangi, dan kenapa kamu secepat itu? Akupun tak sempat mengucapkan sampai jumpa, sangat kasian sekali aku ini, bodoh dan tak berguna, menjaga anugrah seindah itu akupun tak bisa, aku menyesal, ku teguk segelas kopi itu aku sangat sangat menangisi apa yang sedang terjadi ini, rasanya ingin terus menangis karna kehilanganmu, dengan harapan tangis itu membuatmu kembali, tak mungkin, sudah terlambat, kau bukan orang yang mudah berpindah hati, kau adalah anugrah yang berbeda, kau benar benar berbeda.
Satu, dua, tiga, empat, dan lima, terus menyedihi apa yang terjadi, tak ada nasi hanya tegukan tegukan kopi yang dulu suka kau minum, tak ada kepulan asap, tak ada dunia malam jalanan yang dulu kau larang, tak ada lagi. ‘mungkin dulu jika aku seperti ini kamu pasti sangat menyayangiku’ sembari air mata kecil membasahi pipiku, aku bergumam. Tapi apalah artinya sekarang jika harusnya itu dulu.
Enam tujuh delapan sampai tiga belas, masih merasakan rasa yang mengatakan ‘kamu bodoh! Goblok! Ga berguna!’ selalu dibayang bayangi rasa penyesalan, aku ingin waktu memberiku kesempatan semenitpun tak apa, untuku mengungkapkan betapa menyesal dan aku sangat menyayangimu.

empat belas, waktu menjawab, aku diberinya kesempatan untuk mengungkapkan itu, ‘aku menyesal, aku tak ingin kehilanganmu, aku sangat sayang padamu, aku sangat sangat menyesal’ dan pelukan itu berakhir, cukup lega aku bisa menyampaikannya, tapi apalah artinya ? percuma,
aku memohon lagi pada sang waktu yang mengatur ini semua, kembalikan dia padaku, aku mencintainya, aku berjanji untuknya untuk diriku dan untuk semua yang ada di alam semesta ini aku akan menjaganya, aku akan membuatnya bahagia, aku akan membuatnya tersenyum dengan sayangku. ‘tolong kembalikan dia, aku sangat menyayanginya, aku tak rela dia mencintai orang lain.’ Do’aku yang egois, tapi jujur itu yang ada dihatiku. Aku terlalu sayang untuk mencari yang lain dan aku terlalu cemburu untuk ikut bahagia atas kebahagiaan dia, tapi aku juga tak ingin memaksa dia kembali dan takan bisa.

setelah beberapa kejadian, aku sadar, aku harus menunggumu. Aku harus menunggumu, yah aku harus, aku tak akan mencari yang lain, aku akan bahagia jika kau bahagia walaupun bahagia itu sakit bagiku, tapi aku akan tersenyum melihat senyumanmu, aku akan rela kau tersenyum tanpaku. Dan aku juga akan rela walaupun harus mati menunggumu. Aku tak berarti tanpamu.
Dan kubuka cerita lama kita, tertawa kecil melihat semua kenangan kita yang manis. Dari yang masih mentah sampai kita hampir tak bisa berkata apa apa tentang betapa kita saling menyayangi, mengingat janji janji kita, mengingat betapa kau tak ingin kehilanganku tapi ditengah seperti ini, aku tertawa terbahak bahak,  dan aku menangis lagi, sepertinya akan lama tanpamu disini. Tapi aku tetap tegar dan yakin kita akan kembali seperti dulu. Dan selalu percaya waktu itu akan datang dan semua yang harapan yang kau bilang tak ada artinya itupun masih aku percayai akan hadir.

Tak akan ada kata menyerah untuku menantimu, menunggu , kupikir mudah tapi ternyata cukup menyakitkan dan butuh kesabaran yang luar biasa, mungkin disini aku belajar menjadi dirimu saat kau bersamaku dulu… dan aku mulai mengerti betapa kau sangat jahat denganmu, jika memang ada waktu aku akan sangat meminta maaf padamu, dan bila ada yang lebih dari kata maaf aku akan lakukan. Pasti akan aku lakukan untukmu seorang.

Kenapa seperti ini, 24-12-2011 adalah hari bahagiamu dengannya, aku berharap bisa menemukanmu dan menyapamu malam itu, tapi semesta melarangku, hanya ingin aku melihatmu tersenyum dan tertawa riang. Sangat tersentuh hatiku. Dan ku coba menghubungimu, dan rasanya luar biasa, bagaimana caranya? Hanya kamu, yang bisa membuat hatiku setenang ini dan hanya kamu yang bisa membuatku senyaman ini, yang awalnya aku strees, tak punya arah untuk hari ini, dan hanya sejenak saja kau bisa membuatku terkrenyuh. Dan kembali ke jalanku lagi. Dan hari ini kau mulai sedikit menanggapinya, masa lalu kita, dan benar pertanyaanmu, aku bodoh tapi bukan karena melepasmu, karena terus dan terus, membuatmu kecewa dan sakit, aku minta maaf, dan kau hanya bilang, sudahlah. Kata yang ringan dan cepat membuatku gelisah, tapi dengan cepat pula kau menghilangkan gelisah itu, kau memang satu satunya, yang tepat. Yang menurutku, sangat sangat tepat untuku. Cinta pertamaku. Ternyata cinta Agungku, dan aku harap akan jadi Cinta Sejatiku.

kau memang hebat, sangat hebat. Aku adalah orang yang susah dijatuhkan, tapi cunman kamu satu satunya orang yang dengan mudah menjatuhkan dam membangunkanku lagi. Malam ini aku menulis do’aku tentangmu cukup aneh,tapi itu semua adalah isi hatiku kepadamu. Aku melihat algi lebih dalam, cerita kita dulu. Saat aku adalah orang yang sangat kau sayangi, ya jati diriku yang masih smp. Perhatian kepadamu dan lain lain. Aku ingat saat aku berkenalan denganmu lewat sms, aku ingat pertanyaan pertama yang aku tanyakan kepadamu, sangat lucu. Ae, lg ap? , hahahah, aku ingat dulu aku suka mengirimkan puisi ucapan tidur untukmu, menyanyikanmu sebuah lagu lewat telepon. Menembakmu, tapi kau tolak, dan menenmbakmu lagi lalu kau terima, kita jadian, aku menjemputmu, aku mengantarmu pulang, ulang tahunmu yang ke 15, saat aku melewatkan tawa bersamamu saat aku datang kau menangis, saat aku beri bungkusan dan aku buka, kau tersenyum, saat aku antarkan kau dengan telur di rambutmu, saat aku menyuruhmu makan, saling mengingatkan tentang shalat, saat kita pergi bersama ke bandungan tapi gagal karna motor ada yang troble, saat kamu marah denganku gara gara foto, saat kau bilang kau rindu padaku, saat aku menggenggam tanganmu, dank au membalasnya, saat kau memeluku, saat kita kehujanan menonton festival, saat aku kau pinjami baju tapi kekecilan, saat aku menangis, saat kamu menangis, saat kau mengenakan jaketku, saat kau mengatakan betapa kau mencintaiku, saat kau menyuapiku , saat aku menyuapimu, saat kita bertengkar, saat kita kembali berbaikan, saat kau memintaku mengajarimu bermain gitar, saat kau bertemu denganku di sebuah konser dan aku sengaja membuatmu cemburu, saat aku cemburu karna sebuah akun  social, saat kau sedih saat kau bĂȘte, saat kau kelelahan saat kau pusing, saat kau terlelap dipangkuanku, saat kau meminjam bahuku untuk bercerita, saat aku mencium tanganmu, saat akau mencium pipiku (ga pernah aku sedekat itu dengan kematian yang bahagia.) saat kita shalat bersama, aku menunggumu di mushola, aku mengganggumu setelah wudhu, saat kita di musholah berdua. Saat kamu latian band dengan teman temanmu, saat… ah mungkin terlalu banyak 5 halaman tak akan cukup untuk ini, dan saat saat itu semua adalah saat saat yang indah, mungkin hidupku ini serba terlambat, aku ingin mengatakan padamu, bahwasanya aku takut ketika sma nanti kau akan meninggalkan aku untuk yang lebih baik, tapi aku percaya pada cintamu, dan sejenak aku menyesal tidak mengungkapkan kalimat itu. Sekarang kopipun terasa hampar dimulut, taka da yang bisa ku nikmati di hidup ini yang hampa tanpamu. Dan selama ini hanya bisa mangucap maaf karena aku tak bisa beralih kecinta lain, karna aku terlalu sayang padamu.

ini malam tahun baru, yang ku habiskan dengan kawan kawanku, sesuatu yang harusnya ku bagi bersamamu malam itu, kini ku nikmati sendiri, sangat disayangkan, dan rasanyapun jadi tak indah tanpamu disini, semuanya hampar setelah kepergianmu, kopi, coklat, dan semuanya.

hari kutemukan dirimu disana tempat ketika semua cerita banyak tercetak. Kita tertawa bersama, kita saling tersenyum, dan aku masih ingat kebiasaanmu, kini aku semakin merindukanmu, aku rindu padamu, hari yang indah, dan saat itu ku tutup. Dengan kata ati ati di jalan. Cukup aneh bagiku tapi hari itu sangat menyenangkan, terima kasih Tuhan kau masih mau menuliskan cerita ini di dalam hidupku, dan terimakasih kepadamu kau mau tersenyum bersamaku. Aku belajar lagi dari dua hari ini, jika ada pernyataan di dunia ini gak ada yang sempurna, itu adalah pernyataan yang jahat. Sangat sangat jahat, karena aku merasakan betapa sempurnanya dirimu di mataku, yang kucintai segalanya dari dirimu sangat sangat lengkap, senyum itu, tawa itu, perhatian itu, marah itu, tangis itu, semunya tampak indah di mataku. Dan ku nilai kaulah yang paling sempurna dimataku. Aku sangat merindukannya, semuanya tentangmu.

seorang teman berkata, cinta abadi bukan cinta pertama, dan cinta pertama buakn tentu pacar pertama, suatu pernyataan yang sangat jahat bagiku, tapi semu itu aku bantah, denganmu, aku menjalin cinta aku temukan, kau adalah kekasih pertamaku, aku adalah seseorang yang buat aku mengerti arti kata cinta dalam hidup, dan aku pun jadi mengerti karnamu aku menemukan cinta abadi, kamu, seseorang yang pergi meninggalkan aku. Yang pergi diam dan sunyi.

mungkin sangat wajar jika kau taka da disisiku saat ini tapi wajar pula jika aku yang sangat menyayangimu membutuhkan mu disisiku saat aku terpapar lemah tak berdaya, dan terus berharap kau akan mengerti betapa aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu, dan akan lebih banyak lagi tentang aku yang tak penting lagi, karna kau sudah mempunyai sesuatu yang penting andai saja ada pemutar waktu aku ingin memperbaiki semunya, yah semuanya semuanya yang membuatmu benci terhadapku, ini adalah kisah kita, masa lalu yang bahagia, dan aku cukup bersyukur karna kaupun masih bahagia. Dan itu yang selalu ku do’akan setiap pagi, yah kebahagiaanmu, jangan pernah kau lihat kondisiku, aku tak ingin kau sedih, cukup ingat aku, sebagai seorang pujangga yang pernah mengisi hari harimu dangan puisi puisi yang tak romantis. Tapi penuh arti ku buat.

dan sampai saat ini, waktuku masih berjalan dan aku masih menjalani kisahku, mungkin orang bilang ‘galau’ tapi bagiku ini kisah yang mengajariku mencintai dan menyayangi, dan menemukan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, yah Merpati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar