Kamis, 11 Oktober 2012

istirahat

sejenak terpikir, mimpi tiada asa yang berakhir dengan asa yang terbakar perlahan
tanpa asingnya suatu malam,
semua tampak sebiasa hari hariku
aku hanya terdiam dalam angin
manatap wajahmu yang terdiam sepi,
datang dengan wajah tak normal,
dengan lucu tak benar wajahku

sesimple itu aku terdiam,
berharap dengan pasti aku bisa datang masuk tanpa undangan
di gubukmu yang istimewa itu
berharap bisa merubah lukisan dalam rautmu

aku berdiri dan diam,
aku tak dibolehkan
sungguh cukup lama aku disini
bertemu dengan harapan kamu tersenyum
sebahagia apapun itu aku ikut bahagia
aku tak bisa berkata apa apa

aku beranjak sebentar melemaskan badan sejenak
berhanti berpikir sejenak
istirahat sejenak,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar