Selasa, 11 September 2012

yang seharusnya

senja awal yang indah,
dia yang menggugahku dengan semangat
diam diam menusuk dan membakar kulitku
tanpa kiasan pun aku mengerti dia menerikan kata rindu
menembus kulit daging tulang rusuku dan ke hati..

aku terus berjuang disana,
menahan apa yang ingin ku lihat dan tak pernah aku lihat,
entah apa yang tersirat di jalan suram ini,
waktu mendukung hatiku
untuk lebih terasa dan terasa

senja akhir,
aku bersyukur, aku tak lagi harus berjuang
dan salah apa itu

bulan datang dengan sepoinya
menggigil, dramatis, sunyi
diam diam angin merabaku dan menusukku kata rindu itu sampai lagi

mengerti tak aku dapati
yang sekarang ada kamu disisiku,
tempat aku melepas rindu
sekarang ada kamu menghangatkanku dengan lingkar tanganmu
yang aku minum saat aku haus

itu seharusnya,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar