sebelum saat itu
terbingung dada ini
bergejolak sedikit tingkah di otak
dan terlaksana sebuah akal
dan sejenak
aku pergi
saat itu
sontak bingung terkejut
sang putri tergelak dalam pundak pangeran sialan
yang bernyanyi nanan nanan ananan
kian kemari
lalu kau pergi ketika aku datang
sesak dada tiada tara
setelah itu
hanya debat dan kejujuran
pro dan kontra melanda
airmata tercucur, tangis tak tertahan
sejenak aku terpikir
ini penyasalanku
sejak saat itu
aku menantimu dan aku selalu ada untukmu dan malam itu adalah mimpi buruk yang ada.
hanya tangis dan tangis saat malam itu terulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar